Kisah Nyata : Do'a Orang Teraniaya Langsung Dikabulkan Oleh Tuhan

Suatu ketika di sebuah desa yang terpencil, hiduplah sekelompok masyarakat dengan taraf hidup yang bisa dibilang kekurangan dari segi ekonomi. Namun ada satu keluarga yang hidup dengan makmur, dengan perdagangannya yang lancar, dia bisa membeli berbagai barang mahal yang tidak bisa dibeli oleh tetangganya, salah satunya adalah kulkas. Yah saat itu lemari es adalah barang yang sangat langka di desa itu, dan hanya ada satu orang yang memilikinya.

Suatu hari seorang pemuda sedang kehausah setelah pulang dari kebun, dia hendak meminta es batu kepada tetangga kaya yang memiliki lemari es itu, namun ditolak mentah-mentah dan perkataannya sungguh sangat menyakitkan, orang kaya itu berkata "enak aja minta-minta, saya beli lemari es mahal-mahal, pakai listrik juga bayar sendiri, eh kamu malah mau minta cuma-cuma, sini bayar kalau mau", mengingat dia sedang tak memiliki uang, pemuda itu lalu hanya bisa menundukkan kepala dan pulang ke rumahnya.

Sepanjang jalan pulang, sang pemuda bergumam dalam hatinya "Ya Tuhan, kalau memang aku tak ditakdirkan untuk jadi orang kaya, maka muliakanlah saudara-saudaraku agar mereka bisa membeli lemari es dan tidak pelit dengan tetangganya", dan do'a itu terkabul dengan sangat cepat. Satu persatu saudaranya bisa membeli lemari es baru, dan akhirnya hampir semua saudaranya sudah memiliki lemari es di rumahnya, dan kini pemuda itu bisa meminta es batu kepada saudaranya tanpa dimintai bayaran sepeserpun atau bahkan dimaki-maki karena meminta seperti dulu.

Bagaimana nasib orang kaya yang pelit dulu? Kini usahanya mulai hancur, hutangnya banyak dan dia sering ditipu oleh orang jahat yang mendekatinya. Keluarganya mulai berantakan dan kini hidupnya dipenuhi kesulitan demi kesulitan, namun sayangnya dia tak pernah sadar bahkan ketika dinasehati oleh tokoh agama di desanya, dia tetap saja menjadi orang yang pelit dan tak mau bersdekah. Ditambah lagi, dia sering menyakiti hati orang lain dengan ucapannya yang pedas dan merendahkan, kalau anda tahu H. Muhidin maka seperti itulah orang tersebut, hanya saja kalau orang ini lebih pendiam namun kalau ngomong seperti tombak yang menancap ke hati.

Semua yang kita miliki hanyalah titipan, bersyukurlah kalau dilebihkan daripada orang lain namun jangan terlalu pelit karena itu tidak dianjurkan, bukankah kita dianjurkan untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan?

Updated at: 9:09 PM

0 comments:

Post a Comment